Kadang keluhan terasa di satu area, tetapi bagian otot lain juga sensitif saat disentuh. Trigger Point Therapy berfokus pada titik sensitif pada otot yang dapat berkaitan dengan nyeri setempat maupun nyeri yang terasa di area lain.
Apa itu trigger point?
Trigger point adalah area sensitif pada otot. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa tekanan pada titik tersebut dapat memunculkan nyeri lokal atau nyeri rujukan. Keluhan seperti ini dibahas dalam konteks nyeri miofasial, yaitu nyeri yang melibatkan otot dan jaringan pembungkusnya.
Namun, tidak setiap benjolan, bagian otot keras, atau rasa nyeri merupakan trigger point. Kesemutan dan nyeri menjalar juga bisa memiliki penyebab lain, sehingga penanganan tidak boleh ditentukan hanya dari lokasi rasa sakit.
Bagaimana tekniknya dilakukan?
Pada terapi manual, terapis memilih area berdasarkan evaluasi lalu memberikan tekanan terarah yang disesuaikan dengan toleransi pasien. Tujuannya membantu mengurangi ketegangan dan meningkatkan kenyamanan gerak, bukan menekan sekuat mungkin.
Di Garuda Massage, Trigger Point Therapy menggunakan pendekatan manual. Istilah ini tidak berarti suntikan trigger point atau dry needling. Teknik yang dipilih dapat dipadukan dengan Deep Tissue Massage dan pendekatan Orthopedic Massage.
Apa yang perlu disampaikan kepada terapis?
- Pola nyeri: bagian yang terasa sakit dan apakah rasa sakit menyebar.
- Aktivitas pemicu: duduk, bekerja, latihan, atau gerakan tertentu.
- Gejala lain: kebas, kelemahan, riwayat cedera, serta hasil pemeriksaan sebelumnya.
- Respons saat terapi: beri tahu bila tekanan memunculkan nyeri tajam atau rasa tidak nyaman berlebihan.
Informasi ini membantu pemilihan penanganan. Nyeri pada leher atau bahu, misalnya, tidak otomatis membuktikan adanya trigger point maupun saraf kejepit.
Apa bedanya dengan pijat seluruh tubuh?
Pijat relaksasi menangani kenyamanan umum. Trigger Point Therapy lebih terarah pada area tertentu yang dinilai relevan dengan keluhan. Titik yang ditangani dan intensitas tekanan bisa berbeda antarorang, bahkan antarsesi.
Untuk keluhan terkait olahraga, teknik ini dapat menjadi bagian dari Sport Injury Massage bila sesuai kondisi.
Batas penanganan dan evaluasi lanjutan
Respons terapi berbeda pada setiap orang; berkurangnya rasa tegang tidak selalu berarti penyebab keluhan sudah selesai. Keluhan yang menetap atau memburuk perlu evaluasi lanjutan. Kelemahan baru atau kebas yang meningkat perlu diperiksa, bukan dianggap sekadar otot tegang.
Sampaikan kondisi kesehatan, obat yang digunakan, dan riwayat operasi sebelum sesi. Terapis dapat menyesuaikan penanganan atau mengarahkan pemeriksaan medis bila diperlukan.
Konsultasi dan lokasi
Terapi cedera di Garuda Massage sekitar 15-40 menit per titik, dengan tarif sesuai area dan cakupannya. Pilih cabang Bandung atau Bekasi, atau lihat layanan untuk warga Jakarta. Wajib booking lewat chat WhatsApp minimal satu jam sebelum datang.
